Thursday, April 13, 2017

Menabung itu Juga Proses


Dewasa ini sering kali menjadi permasalahan dan perselisihan antara satu orang dengan orang lain. kebanyakan dari mereka mempunyai prinsip hidup masing-masing ataupun mempunyai prinsip yang tidak sama dengan orang lain seperti halnya yang sering kita dengar ialah lain wajah lain dihati begitu juga dengan lain kehidupan orang, lain pula pada kehidupan orang disekitarnya.





Pada saat ini aku mencoba membahas mengenai menabung, pasti kita semua sudah pada mengetahui apa itu menabung? mengapa harus menabung? apa keuntungan menabung? dan apa yang kita dapatkan saat kita tak menabung? pernyataan itu menjadi pertanyaan untuk kita semua. namun aku ingin sedikit bercerita dan mengutarakan pendapat pada cerita singkatku ini.
Sebelum aku dilahirkan dari seorang rahim ibu kandungku aku tidak pernah tahu dan mengenal apa saja yang ada disekitarku. mungkin bukan hanya yang ada disekitarku namun yang ada didalam pemikiranku yaitu "untuk apa kita diciptakan" pertanyaan seperti itu sering terucap dari mulut seseorang dalam menghadapi suatu peristiwa namun tidak pernah bersyukur akan masalah yang ia dapatkan itu. hanya menerima dan pasrah diri saja. tentu saja sangat tidak sesuai untuk kita dalam dunia ini khususnya untuk menjawab pertanyaan dari pernyataan tersebut.


Aku pernah membaca sebuah artikel yang menceritakan bahwa, "ada seorang anak yang sudah dewasa dengan orang tuanya yaitu ayahnya sedang melakukan komunikasi dan disaat itu seorang ayah ingin pergi bersama anaknya untuk menemaninya ke suatu tempat untuk menabung namun anaknya menjawab mengapa kita harus pergi jauh dengan membuang waktu sedangkan sekarang kita hidup pada zaman digital atau disebut juga zaman serba mudah dan cepat, maksudnya sudah ada aplikasi yang ada untuk melakukan transaksi pada online dari handphone. namun seorang ayah tidak ingin mengikuti kemauan dari anaknya. seorang ayah tetap ingin pergi dengan anaknya dengan pernyataan, "sekarang sudah hidup pada zaman digital serba modern dan bukan tradisional lagi namun dengan kondisi saat ini sangat membuat kita jauh dari orang terdekat kita, masing-masing sibuk dengan barang punyanya masing-masing namun untuk waktu bersama sangatlah tidak ada untuk meluangkan sedikit waktunya." sepenggal cerita diatas menjadi momentum kita dalam mengubah pola pikir kita yang ingin hidup serba ada serba mudah tanpa harus berada dengan orang disekeliling kita.

Jika membahas tentang uang. Sangat miris jika dilihat, kita mempunyai uang namun uang yang kita miliki hanya untuk berpoya-poya tanpa menyimpan ataupun menjadikan donasi untuk membantu orang yang membutuhkan. kalau boleh bercerita aku sewaktu kecil saat masuk SD aku selalu meletakkan uang itu didalam buku.. selalu ada buku ada uang. sampai pada akhirnya untuk membeli jajan Rp.1000 saja pun tidak pernah dijajankan. saat beberapa tahun lalu uang segitu sudah banyak dan jika dibelikan makanan sangat cukup dan sangat banyak jadi mubazir kalau menghabiskan uang tersebut.
Menurutku, menabung itu bukan hanya disuatu tempat yang mewah serta yang mempunyai keuntungan yang besar untuk kita dapatkan jika uang yang telah ditabung sudah sesuai target. namun, menabung itu bisa menjadikan diri kita itu terbiasa untuk menabung dan pasti banyak yang akan didapatkan setelah melakukan hal tersebut. contohnya aku saja yang masih kuliah dan masih menadahkan tangan kepada orang tua masih bisa menyisihkan uang meski hanya Rp.5000/hari atau per-minggu. kalau versiku ya simpan uang segitu anggap saja uang itu hilang ataupun kita belikan jajan atau pulsa namun kenyataannya tidak seperti itu. aku malah mendapatkan banyak manfaat dari hal tersebut.



hal yang biasa aku dapatkan itu bisa mempunyai uang simpanan jika keadaan orang tuaku sedang berada dibawah. pastinya kita semua pernah mengalami pasang surut kehidupan, begitu juga dengan aku yang masih usia belum bekerja namun harus bisa menanggung beban dan masalah yang nyatanya bukan aku yang melakukan. hal tersebut agar aku bisa berpikir begitu aku melihat orang yang berada di tempatku masih banyak yang jarang makan lalu aku masih sibuk menghabiskan uang? daripada dihabiskan lebih baik kutabung. menurutku menabung itu bukan harus ditempat mewah dan ternama namun menabung itu dilakukan disaat kita lakukan dengan sadar dan ikhlas maka jika ada masalah yang kita dapatkan maka akan sedikit bisa terbantu, apalagi seperti aku ini yang suka jalan sana jalan sini, itu aku pergi tidak meminta uang lagi pada orang tua namun memakai uangku. apalagi jika membeli buku yang mendadak atau kegiatan maka aku tidak perlu khawatir karena uangku ada dan ada pada tabunganku. aku juga bersyukur karena menerapkan menabung sejak masih kecil maka aku bisa ke makassar untuk mengikuti pelatihan meski hanya sedikit uangnya namun bisa terbantu untuk membeli barang yang ingin kubeli.



Jadi pada akhirnya menabung dan berhemat itu tidak pernah lepas dari sia-sia. semua yang dilakukan pasti akan didapatkan. seperti halnya makan, kita makan untuk kenyang dan sehat. begitu juga menabung.
namun saranku lebih baik kalau menabung bisa dirumah, di bank atau menyimpan di brankas lainnya. seperti saat dahulu orang terdahulu menyimpan uang bisa di dalam bantal dan sebagainya. Kunci dari sebuah menabung ialah bersabar dan bisa lebih bijak lagi. jangan menabung karena memikirkan hasil tetapi prosesnya bagaimana biar bisa terkumpul. bisa usia muda bisa pergi ke umrah karena menabung atau juga bisa menjadi terkenal karena membelikan barang elektronik ataupun barang yang mahal dengan uang yang dikumpul yaitu uang recehan. akan menjadi fenomena sekali jika ada orang yang berhasil mengumpulkan uang sebanyak 1 Miliyar dengan uang recehan. 




Cerita ini didukung oleh Bank Sumut ( http://www.banksumut.com/ )#AyokeBankSumut
#BanknyaOrangSumut




EmoticonEmoticon