Cerita Selama Mengikuti Toraja Youth Camp 2018




Hallo guys. Kali ini susan mau sharing cerita susan selama mengikuti kegiatan di Toraja. Pastinya kalau kita mengikuti kegiatan gak afdol dong kalau gak di sharing sama keluarga, teman-teman dunia nyata maupun dunia maya. Apalagi cerita sama abang itu kan, duuuhhhhh...

Susan mengikuti kegiatan Toraja Youth Camp 2018 oleh Kawan Bangsa, yang mana kegiatan itu menjadikan susan sebagai salah satu agen toleransi berasal dari Sumatera Utara khususnya kota Medan. Kegiatan yang kuikuti diadakan di Tana Toraja, Toraja Utara, Sulawesi Selatan 27 April-29 April 2018.

Foto : sitirogayah96
Semua teman-teman pada bertanya hal yang dirasakan sampai ke Toraja? Ada juga yang bertanya gimana caranya kesana san?  Cerita dong san tentang pengalamannya selama disana. Cerita dong san gimana jalan disana apa sama kayak di Medan? Ceritain juga gimana jumpa abang itu di Bandara, rasanya gimana? Banyak pertanyaan yang teman-teman ajuin ke susan sehingga susan bilang saja nanti baca ya di blog hehehe

Baiklah, di tulisanku ini bakalan cerita yang susan rasakan selama di kota yang jauh dari Medan, melewati 2 pulau yaitu Jawa dan Kalimantan. Wahhhh, jangan dibayangi deh bakalan pusing tauuu hehehe.  Cusss baca yaa sampai habis.

Kegiatan yang susan ikuti itu 27 april-29 april 2018 di Tana Toraja, Toraja Utara. Susan berangkat dari Medan ke Makassar itu transitnya ke Jakarta. Pertama kalinya susan berangkat sendirian ke Provinsi Sulawesi Selatan pada 26 april 2018 jam 05.00 harus Flight. Karena biar sampainya di kota Makassar itu jam 12.10. pertama kalinya juga tidur di bandara Kualanamu Internasional bersama mamak, bapak dan adik serta di antar sama om karena takut ketinggalan pesawat apalagi penerbangannya subuh loh. Duhhh, tahankan mata tidak tidur di bandara dan perjuangan itu ternyata berhasil dan sampai tibanya susan check in.

Bersama Mamak dan Mimi

Pada penerbangan susan kali ini juga susan pesan tiket pesawatnya tidak sama teman loh tetapi pakai aplikasi yang ada di smartphone (Drama bahagia ini). Flight dari Medan ke Jakarta untuk transit. Kebetulan ada 2 orang yang mewakili Sumatera Utara yang ikutan yaitu, Siti Rogayah (susan) dari UIN SU serta Dyan Paramitha dari USU. Namun, kami bertemunya itu di 1 maskapai dengan jam yang sama tetapi kursi yang berbeda jaraknya. Ini nih orangnya yang dari Sumatera Utara, seperti halnya Sumatera Utara mempunyai Bank khusus Warga Sumatera Utara yaitu Bank Sumut. Jangan lupa nabung ke Bank Sumut ya teman-temanku yang ada di Sumatera Utara.

Susan dari UIN SU dan Dyan dari USU 

Alhamdulillah sampai Makassar tepat jam 12.05 sesuai di tiket yang tertera. Kebingungan dan mencari yang menjemput karena dia bilang masih di sekolah ada kelas, langsung lemas baca chatnya itu, ngeseliiiinn ihh. Tetapiii saat keluar dari pintu kedatangan dia langsung kagetin, duhhhhh bahagia banget. Langsung suruhnya bawa troli untuk turun dari pintu kedatangan, sebelumnya foto dulu yaaaa. Saat upload foto semua teman-teman di sosial media langsung pada chat dan isinya buat dia ketawa dan senyum agak riang gituu (Baca Tulisan ini nanti ya).


Bersama bg Budianto dijemput di Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan 

Berangkat dari Makassar di titik kumpul yang ditentukan oleh panitia ke Toraja, Agenda yang sebenarnya ini ya. Saran susan, kalau kalian ke Toraja itu harus tidurlah biar gak mual karena memang jalannya sangatttt berlika-liku kayak kehidupan loh hehehe dan itu berangkatnya sekitar jam 23.30, jam 06.19 kami berhenti sejenak di Jalan Poros Enrekang-Makale, Anggeraja Sulawesi Selatan untuk sarapan pagi. Duhhh cuacanya sangat sejuk sekali, dinginnnnn ditambah pemandangan yang sangat menakjubkan sekali. Jadi bisa direkomendasikan untuk singgah disitu ya guys.

Tongkonan Toraja, Sulawesi Selatan
Katanya Toraja itu idaman setiap orang untuk melakukan Travelling, Liburan. Namun, kali ini susan kesana sebagai Agen Toleransi dari Sumatera Utara. Pada kegiatan juga ada konferensi nasional di UKI (Universitas Kristen Indonesia), Toraja Utara. Subhanallah mereka memang beragama Nonmuslim namun sangat menyambut kami peserta yang dominan beragama Muslim. Toleransi mereka sangat tinggi dan ramah yang patut menjadi contoh.

Negeri diatas Awan, Sulawesi Selatan
Kemah di Negeri diatas Awan, Sulawesi Selatan

Hal yang gak dirasakan itu bakalan dirasakan disana. Salah satunya akan merasakan perjalanan yang ekstrim sekali karena naik bus yang kami naiki itu tidak akan bisa ke Lolainya. Jadi lolai itu ialah puncak tertinggi biasa disebut Negeri Diatas Awan yang suasananya akan kamu rasakan keindahan disaat kamu berada disana meski jauhnya perjalanan. Karena naik kesana itu butuh perjuangan loh karena jalannya Cuma bisa 1 kendaraan yang lewati serta jalannya juga  berliku-liku dengan disampingnya curam. Jadi kalau mau naik kesana pastikan naik mobil pribadi atau truk ya. Kebetulan saat itu malam hari jadi sunyi kendaraan yang ada, tetapi setiap melewati tikungan tajam tersebut harus tetap memberi klakson ya guys.


Cafe berada di Lolai, Negeri Diatas Awan
Sampai di Negeri Di Atas Awan dan bermalam disana dengan berkemah disana dengan suasana yang sangat dingin banget dan sejuk sekali. Karena akan nampak Awannya, suasananya cantik dan indah sekali untuk foto ya pagi sekitar jam 05.00 sudah bisa dilihat loh sekitar sampai jam 09.00 guys. Disana juga sebagai saksi bahwa telah terjalannya Deklarasi sebagai Agen Toleransi Nusantara 2018.

Deklarasi Sebagai Agen Toleransi 2018 di Negeri Diatas Awan, Sulawesi Selatan



Setelah dari Puncak Lolai, kami pergi ke Rumah Warga dan tinggal disana. Disana memang banyak Anjing dan warga juga rata-rata nonmuslim namun toleransi mereka terhadap kita itu sangat baik dan tinggi rasa toleransinya loh sampailah Cultural Night tiap daerah dengan aku duduk di tongkonan. Jadi, Tongkonan itu merupakan rumah adat Masyarakat Toraja yang mana arti tongkon itu ialah duduk bersama-sama. Jadi, setiap masyarakat toraja mempunyai Tongkonan guys.

Di Rumah Warga, Sanggalla Toraja Utara, Sulawesi Selatan 



Menggunakan Baju Melayu, Medan Sumatera Utara 

Sudah tahukah kamu atau pernah mendengarkan cerita kalau di Toraja itu ada bayi yang ditanam? Nah, susan singgah disitu juga karena dekat dengan rumah warga yang ditempati. Namanya Baby Grave, yang ceritany jenazah bayi dimakamkan di pohon. Namun, Tempat ini menjadi salah satu wisata juga loh di Toraja. Pohon yang dimakamkan Bayi tersebut namanya pohon taraa’.


Baby Grave Kambira di Toraja Sulawesi Selatan

Mengajar di sekolah minggu bersama anak-anak Toraja itu rasanya senang karena menyebar kebaikan dan mengajarkan anak-anak mengenai rasa toleransi dan berbuat baik dari sejak dini sehingga besarnya akan tertanam rasa kebaikan tersebut. Kalian tahu bahwa anak-anak di toraja itu belum mengerti bahasa Indonesia, ternyata mereka masih menguasai bahasa daerah mereka sehingga akan malu-malu untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Mencegah rasa pembullian dari sekarang dengan memberikan dan mengajarkan tentang kebaikan-kebaikan terhadap orang lain.

Bersama Ibu Ruth Tandi Ramba’ (Direktur)
Pusat Pelatihan Motivator 
Foto Bersama Peserta, Anak-anak dan Ibu Ruth Tandi Ramba'

Sekian cerita susan mengikuti kegiatan Toraja Youth Camp. Untuk Travelling yang dikunjungi baca tulisan selanjutnya ya guys. Tetap tebar kebaikan untuk semua orang. Salam Toleransi.  


Tanda tangan sebagai Agen Toleransi 2018 di Negeri diatas Awan


10 komentar:

  1. ahhh padahal teasernya cerita sedih, taunya cerita jalan2 doank

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha gak mau bahas sedihnya bg. bawa senang aja dengan keadaan yang berbeda kan ahhahaa

      Delete
  2. Enaklah kau san jumpa abang itu.. eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, dikomennya bagian abang itu ya bang harlen. ahhahaa. kurang lama waktunya bg, sesekalinya itu bg harlen.

      Delete
  3. wah pastinya banyak mendapat pengalaman yang baik ya

    ReplyDelete
  4. Asikk bangeet kak bisa ikut torajaa youth camp. . Banyaak temen baru, pengalaman baru, dan semangaat untuk jd agen toleransi di daerah masing". Saluutt, btw salam kenal kak 😄

    ReplyDelete
  5. Menyenangkan sekali rasanya, jd ingin ke puncak itu

    ReplyDelete
  6. Ceritanya sederhana, tetapi memiliki nilai. Terus jadi agen toleransi mbak (sedang dibutuhkan negara :)

    ReplyDelete
  7. jalan berliku penuh perjuangan akhirnya dampai juga di negeri atas awannn ahhhh perjalanan yang terbayarkann.

    apakah abg yg jemput di badaara adalah "abang itu"... wahhh susann enak jalan2 jauhh,

    ReplyDelete
  8. Waa keren Mbak Susan, mewakili Sumut dalam acara bagus seperti ini. Pengalaman yang sangat berharga pastinya selama di Toraja ya Mbak

    ReplyDelete