Tanam Ribuan Pohon Ketapang Berkelanjutan di 2019


Jelang Hari Gerakan Sejuta Pohon Indonesia,
Wiraland Awali Tahun 2019 Tanam Ribuan Pohon Ketapang Berkelanjutan!

hari sejuta pohon


MENJADI kepercayaan bagi masyarakat Medan adalah salah satu pilar kekuatan pengembang terpercaya Wiraland dalam upaya nyata terus membangun hunian bagi masyarakat. Berbagai upaya dan inovasi terus bergulir sebagai kepedulian pengembang untuk mewujudkan rumah impian masyarakat Kota Medan. Tak hanya fokus untuk membangun hunian idaman bagi warga Medan, tak luput pengembang juga senantiasa memperhatikan lingkungan lewat penghijauan yang dikemas dalam tajuk Corporate Social Responsibility (CSR) penanaman pohon, dalam menyambut awal tahun yang baru, sebagai dukungan gerakan Satu Juta Pohon pada peringatan Hari Sejuta Pohon, 10 Januari 2019 mendatang.

Sebelumnya, setelah sukses dengan kegiatan penghijauan lewat penanaman 1000 pohon ketapang pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017 lalu di perumahan Mayfair, sebagai lanjutan gerakan penghijauan, Wiraland Property Group sebagai salah satu pengembang properti terpercaya dan terkemuka di Indonesia, secara khusus Medan, pada tahun 2018 lalu juga tetap menggalakkan kegiatan penghijauan dengan mengusung konsep Penanaman 10.000 Pohon Ketapang berkelanjutan. 

Agenda tersebut dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Gusta sebagai lokasi awal penanaman pohon ketapang yang akan terus dilakukan secarar berkesinambungan. Adapun Kelurahan Tanjung Gusta ini merupakan lokasi yang cukup dekat dengan salah satu perumahan terbaik Wiraland, yakni Givency One. Penghijauan ini dimulai dengan satu per satu lokasi, namun pasti sehingga nanti hasilnya akan lebih terlihat.

hari sejuta pohon


Menindaklanjuti agenda penanaman 10.000 Pohon Ketapang pada 2018 lalu, tahun 2019 ini pengembang kembali menggalakkan program penghijauan ini di setiap proyek perumahan, bahkan sampai pada kawasan Tol Medan-Binjai (yang menjadi salah satu fasilitas unggulan perumahan Givency One).

Sebelumnya lagi, pengembang telah memaksimalkan kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan ini mulai dari masing-masing lokasi perumahan yang dibangun. Sebutlah seperti perumahan River Valley Residence dengan penanaman 5000 pohon ketapang di area perumahan seluas 50 ha, lalu perumahan Mayfair dengan 1000 pohon ketapang, disusul dengan perumahan Givency One serta Halton Place yang dibangun dengan konsep perumahan hijau dan asri.


Kini, penciptaan lingkungan hijau tersebut tidak hanya difokuskan pada lingkungan perumahan maupun proyek properti yang sedang dibangun. Lebih luasnya lagi, pengembang memandang bahwa setiap lokasi bahkan fasilitas umum di sekitar perumahan juga harus ikut mendapat perhatian dalam gerakan penghijauan ini. Maka tak pelak, dalam menyambut 2019 yang lebih hijau dan asri lagi sekaligus sebagai gerakan dukungan pada peringatan Hari Sejuta Pohon Indonesia, agenda CSR penghijauan ini menjadi agenda pertama Wiraland.

siti rogayah



Bagi pengembang, dewasa kini budaya sehat ternyata semakin tidak mudah dilakukan di lingkungan perkotaan terutama kawasan industri. Padahal kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap hunian yang hijau, asri dan sehat semakin meningkat. Berangkat dari hal tersebut, merupakan komitmen kuat bagi Wiraland untuk menciptakan lingkungan hijau yang sehat bagi masyarakat Medan dengan menggalakkan penanaman pohon di tengah maraknya pembangunan yang ada saat ini.


Tak hanya bertujuan untuk menghijaukan Kota Medan secara berkelanjutan, penanaman ribuan pohon ketapang berkelanjutan ini juga pada waktu yang akan datang diharapkan dapat menjadi solusi bahkan tindakan pencegahan jika terjadi kebanjiran. Penanaman pohon ketapang ini juga diharapkan dapat menjadi fasilitator penurun emisi karbon yang terus meningkat saat ini. Adapun jenis pohon ketapang ini merupakan salah satu tanaman yang cocok untuk Kota Medan karena mampu bertahan dalam kondisi kering, bisa jadi peneduh, serta cepat tumbuh.


Mengingat semakin padatnya kondisi Medan sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia saat ini, tentu dibutuhkan upaya serius dalam penghijauan guna menciptakan lingkungan sehat. Artinya melalui program ini Wiraland berharap bahwa langkah hini bisa menjadi salah satu upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup. Tak heran setiap perumahan yang dibangun oleh Wiraland senantiasa mengusung konsep ramah lingkungan.


Untuk mengenal atau kerjasama dengan saya lebih lanjut bisa kontak di ;


Email       : sitirogayah10@gmail.com


Blog          : www.sitirogayah.com 

www.pengertianilmu.com 


Salam dari Siti Rogayah.  Terima kasih. 

Dari Kopi Tiam Menuju Coffee Class


5 Tahun Jejak D’Raja Coffee
Dari Kopi Tiam Menuju Coffee Class, Menggurita Ke Waralaba

Wiraland


KATAKANLAH bagi hampir seluruh manusia dari kalangan manapun, pada trend setter kini, suasana dan citarasa dari sebuah tempat tongkrongan harus berjalan beriringan. Artinya, jika sebuah tongkrongan hanya mendewakan citarasa, maka pelanggan tetap akan merasa ada yang kurang. Apalagi saat ini swafoto (selfie foto) kian digandrungi oleh seluruh umat segala jenis usia ketika hendak mencari berbagai destinasi tongkrongan baik bagi keluarga maupun bagi relasi.

Tak pelak, bukan hal baru lagi bagi Kota Medan jika saat ini banyak bermunculan gerai kopi mulai dari yang benar-benar trully coffee shop, sampai yang hanya ikut trend saja, bisnis coffee shop kini bak jamur di tengah-tengah musim hujan. Padahal dulu, saat baru ditemukan di abad 10 Masehi oleh seorang sufi dari Yaman, Ali Bin Omar, rebusan kopi hanya sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya. Saat itu kopi mendapat gelar terhormat di kalangan masyarakat Timur Tengah, sehingga memberi kemakmuran bagi para pemilik kebun kopi, pengusaha kedai kopi, pedagang kopi, eksportir kopi, dan pemerintah di berbagai belahan dunia yang memiliki biji-bijian beraroma khas itu.

kopi di medan

Selanjutnya, perjalanan kopi menjadi minuman dimulai lebih dari seribu tahun lalu di Ethiopia, dengan legenda cerita saat itu ada penggembala yang mencoba memakan buah kopi setelah mengamati bahwa kambing-kambing-nya tak tidur setelah memakan buah kopi liar di padang rumput tersebut. Sebuah literatur sejarah kopi juga menceritakan Sheik Omar, membawa kopi ke kota Al Mukha di negara Yaman pada tahun 1258. Barulah pada abad 15, kedai kopi pertama di dunia dibuka di Mekkah, sebagai tempat bersantai dan membahas politik sembari menikmati setiap reguk-teguk kopi. Waktu itu, kopi dimasak dengan merebus bijinya dalam air. Sekitar 100 tahun kemudian, praktik penggonsengan kopi dimulai di Turki. Maka, Kota Istanbul sangat dikenal dengan berdirinya ratusan rumah kopi.

Adapun biji kopi yang paling dikenal dan dikonsumsi orang sedunia, secara umum ada dua spesies yakni kopi arabika dan kopi robusta. Di Indonesia antara tahun 1696-1699, tanaman kopi awalnya hanya bersifat coba-coba, tetapi karena hasilnya memuaskan dan dipandang VOC menguntungkan, VOC menyebarkannya ke berbagai daerah agar ditanam. Pertengahan abad ke-17, VOC mengembangkan area tanaman kopi arabika di Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Kep.Timor. Kecamatan Pakantan di Mandailing Natal, adalah daerah perkebunan kopi arabika pertama milik VOC di Sumatera saat itu. Kemudian kopi arabika dibawa ke Tapanuli Utara (Lintong Nihuta dan sekitar Danau Toba) dan dataran tinggi Gayo (Aceh Tengah).

Masuk pada zaman modernisasi, gerai kopi yang dulunya hanya sekedar warkop kini “naik pangkat” dengan istilah baru-nya coffee shop. Didukung dengan menjamurnya berbagai mal, tempat ngopi kian bergengsi. Tak hanya di mal, kafe-kafe kopi di luar gedung plasa kian bertambah banyak. Setiap coffee shop berlomba menawarkan berbagai rupa kelebihan sebagai daya tarik para penikmat kopi agar gerainya disambangi. Tak pelak, melipir ke gerai kopi kini menjadi gaya hidup umat perkotaan.

Seperti D’Raja Coffee misalnya. Coffee shop yang mulai bergeming sejak tahun 2013 ini awalnya hadir karena kecintaan dan keseriusan dua bersaudara, yakni Rudy dan William pada kopi yang membuat mereka membuka gerai kopi kecil (baca: kopi tiam) yang berawal dari empat (4) meja. Ibarat pepatah proses tak akan mengingkari hasil, konsistensi ketekunan kedua bersaudara ini berbuah menjadikan kopi tiam mungil tersebut bertransformasi menjadi gerai 1 pintu ruko yang juga tak lama kemudian juga menjadi 2 pintu ruko.

Biji kopi yang pertama kali digunakan adalah biji kopi Toraja yang disajikan dengan metode manual brew. Dari sinilah nama D’Raja Coffee dibentuk. Drip Toraja Coffee disingkat menjadi D’Raja Coffee. Seiring berjalan waktu, melihat bahwa biji kopi Arabika tak kalah nikmat, perlahan biji kopi Arabika mendominasi menggantikan biji kopi Toraja di D’Raja Coffee. Lagi-lagi konsistensi dua bersaudara Rudy dan William dalam meracik kopi ternyata menuai penetrasi. Tak heran, saat D’Raja  Coffee melebarkan ekspansi di Jalan Bandara Kuala Namu (tepat di depan Hotel Wings), gerai ini kian menjadi incaran yang selalu dipadati setiap tamu yang baru turun dari bandara menuju Medan atau sebaliknya.

Masih berlanjut, persistensi D’Raja Coffee ternyata kian kokoh dengan dibukanya gerai ketiga di Ismud Park. Di tangan Denny Wu, keberadaan coffee shop 24 jam ini tak hanya menuai pelanggan setia, namun juga mendatangkan berbagai kalangan yang ingin menekuni dunia kopi dengan serius. Kelas Kopi-pun dibuka meski tidak formal digemakan. Silih berganti, selama setahun, D’Raja Coffee sendiri telah memberangkatkan belasan pegiat industri kopi ke negara Kangguru.

Tak hanya para pecinta kopi yang ingin terjun langsung sebagai pegiat industri kopi, para eksekutif yang ingin belajar membuat kopi juga berlomba mencemplungkan diri di D’Raja Coffee untuk belajar, mulai dari membuat Espresso sampai Latte Art. Meski tak pernah dibuka resmi, Kelas Kopi di D’Raja Coffee terus bergulir menghasilkan calon-calon barista andal yang siap bersaing di kancah internasional maupun para para pegiat kopi pemula.

Bukan cuma seduhan kopi, gerai kopi ini juga menyangrai dan menjual biji-bijinya bagi setiap pelanggan yang mencandu. Adapun beberapa biji kopi yang senantiasa bisa Anda minta untuk di-packing antara lain adalah Gayo, Mandheiling, Lintong, Toraja, Sidikalang, Robusta, dan Red Coffee dengan minimal masing-masing package per 250gr. Jika penasaran dan gemar menyesap aroma kopi yang disangrai, pelanggan bisa langsung berkunjung ke D’Raja Coffee Kuala Namu maupun D’Raja Coffee Cemara Asri untuk menyaksikan setiap proses sangrai green bean menjadi biji kopi yang siap melalang buana.

Berlanjut kemudian, persistensi dan konsistensi ini juga mengantarkan D’Raja Coffee menjadi brand yang dilirik sebagai industri waralaba yang menjanjikan di Kota Medan. Kehadiran awalnya sebagai kopi tiam semakin diperhitungkan. Dalam kurun waktu setahun selama 2018, ekspansi coffee shop ini mencapai 3 gerai dalam setahun, yakni D’Raja Coffee Palembang di Kota Palembang, D’Raja Coffee Centrium di Jl. Brigjend Katamso, dan D’Raja Coffee Gatsu yang terbaru di Jl. Gatot Subroto. Alhasil kini sudah ada enam gerai D’Raja Coffee di Pulau Sumatera.

wiraland

wiraland

Pegiat industri bisnis food and beverage kian melirik dan menilai setiap gerai D’Raja tak hanya berhasil memikat hati setiap pecinta kopi namun juga penikmat kuliner. Itu sebabnya, setiap kali Anda bertandang ke D’Raja Coffee, berbagai penganan dan  kudapan Nusantara maupun internasional bisa Anda temukan dalam menunya. Selain menyuguhkan rasa-rasa nikmat dalam setiap masakan, D’Raja Coffee juga berhasil membuat pelanggannya betah berlama-lama di dalam karena suasana yang diusung di setiap gerai.

Wiraland

makanan


Adapun gerai yang baru dibuka di awal Desember, yakni D’Raja Coffee Gatsu, hadir dengan sentuhan yang sedikit berbeda. Gerai ini mengusungkan sajian seafood sebagai penganan andalannya selain kudapan ringan yang sudah lazim menemani seduhan kopi. Dengan konsep tersebut, maka sangat mudah ditebak bahwa kehadiran gerai keenam ini tak hanya sekedar menawarkan suasana cengkerama bagi penikmat kopi dan penganannya, namun lebih dari itu agar pengunjung dan pelanggannya bisa menikmati berbagai sajian Nusantara dalam balutan seafood yang dikemas sebagai penganan keluarga.

Jadi ketika melipir ke mari, maka Anda akan menemukan beberapa menu yang tidak akan dijumpai di gerai D’Raja Coffee lain, seperti ikan Gurami, Kerapu, Bawal, Udang, Kakap, Cumi, Iga, bahkan ragam tumisan sayur dalam berbagai racikan. Penganan berat ini memang sengaja dihadirkan di D’Raja Coffee Gatsu mengingat semakin tingginya minat warga Kota Medan dalam  berkuliner ria.

Meski baru dibuka, kehadiran gerai ini sudah tercium ramai. Tak heran, pengunjung dan pelanggan yang sudah mengenal betul cita rasa dan racikan D’Raja Coffee tak perlu mengulur waktu untuk segera menyambangi gerai ini saat baru beroperasional awal Desember 2018 kemarin. Kendati konsep penganan yang diusung adalah seafood, para pengunjung dan pelanggan tak perlu cemas saat merogoh kantong, sebab harga yang digadang cukup bersahabat, mulai dari Rp 15.000 per porsinya.

Konsep outdoor yang bagus juga ditawarkan di gerai ini. D’Raja Coffee kian menjadi tempat perhentian wajib yang tak akan mengecewakan. Anda bisa belajar membuat kopi di sini. Ingin lebih serius, Anda juga bisa membekali diri menjadi barista internasional dengan mengikuti Kelas Kopi-nya. Yang sudah pasti akan selalu membuat pengunjung dan pelanggan kembali terus, apa lagi kalau bukan cita rasa nikmati dalam seduhan dan penganan yang disuguhkan. Tertarik untuk mencoba? Anda bebas menentukan outlet mana yang ingin Anda kunjungi pertama sampai terakhir.


Untuk mengenal atau kerjasama dengan saya lebih lanjut bisa kontak di ;

Email       : sitirogayah10@gmail.com
Blog          : www.sitirogayah.com 
www.pengertianilmu.com 


Salam dari Siti Rogayah.  Terima kasih. 


Saksikan Maria Simorangkir Guncang Mayfair







Meriah & Pantang Dilewatkan!
Konser Revolusioner Maria Simorangkir Bakal Guncang Medan Di Mayfair!


BERDARAH Batak dan berkampung halaman di Medan, Maria Simorangkir, Sang Juara Indonesian Idol 2018 akan kembali mengguncang kota kelahirannya pertengahan Desember 2018, sebelum akhir tahun berakhir. Dalam sebuah kesempatan spektakuler yang diadakan oleh Wiraland sebagai apresiasi bagi masyarakat Kota Medan yang selama ini sudah mempercayakan hunian idamannya bersama Wiraland, gadis bernama asli Maria Dwi Permata Simorangkir ini akan menggelar Konser Revolusioner di Perumahan terbarunya, Perumahan Mayfair, Setia Budi, pada 16 Desember 2018 mendatang.


Maria sendiri, adalah gadis kelahiran Medan, Sumatera Utara, 7 Oktober 2001 (16 tahun), yang sudah melalang buana di industri musik. Sejak usia 2,5 tahun sudah menunjukkan bakat jadi seorang menyanyi. Maria adalah anak tunggal. Sejak kecil ia mengikuti berbagai les untuk mengembangkan bakatnya, mulai les vokal hingga les bermain musik.

Selain pintar berolah vokal, Maria juga mahir memainkan alat musik, di antaranya piano, gitar, dan biola. Aksi dan kekuatan vokal alumni SMP Santo Thomas I Medan ini sudah terbukti dapat menaklukkan kontestan lainnya dalam ajang Indonesian Idol kemarin. Kekuatan vokalnya seolah membuat seisi dunia membuka mata bahwa kualitas mengalahkan popularitas.

Begitu antusiasnya Maria, dirinya sendiri bahkan mengumumkan di lini masa bahwa dia sedang mempersiapkan diri untuk mengguncang kota kelahirannya lewat Konser Revolusioner yang dihelat Wiraland di perumahan Mayfair. Maria juga menghimbau setiap penggemarnya untuk melakukan pendaftaran pada situs resmi Wiraland dengan melakukan swipe-up pada insta story pribadinya.


Pada hari Minggu 16 Desember 2018, Maria akan tampil tunggal di Perumahan Mayfair, perumahan  terhijau di Medan. Begitu pun, selain Maria, konser ini sendiri juga akan dimeriahkan oleh Dynamic Band yang akan menghibur setiap undangan yang akan hadir nantinya. Tak hanya menyuguhkan acara musik, Konser Revolusioner Maria juga akan dihujani begitu banyak lucky draw yang akan diundi setiap jam selama  acara berlangsung.


Selain itu, karena diadakan bertepatan pada musim libur, selama acara berlangsung, pengembang sendiri juga mengikutsertakan kehadiran Santa Claus yang akan berkeliling membagi-bagikan hadiah menarik plus beraneka cokelat dan candies bagi setiap tamu undangan yang hadir. Nah, bagi Anda yang ingin mendapatkan undangannya, Anda bisa langsung mengunjungi kantor pemasaran dan Rumah Contoh Perumahan Mayfair yang beralamat di Jalan Bunga Terompet, Setia Budi, sebelum tanggal 16 Desember, tanggal diadakannya konser Maria Revolusioner.


Bagi pengembang sendiri, perhelatan Konser Revolusioner ini juga diadakan sebagai apresiasi pengembang terhadap kepercayaan yang sudah diberikan customer selama ini dalam mewujudkan rumah impian. Tak heran Konser Revolusiner ini diadakan menjelang akhir tahun.


Adapun perumahan Mayfair, perumahan terbaru besutan Wiraland, merupakan perumahan hijau terbaik se Kota Medan saat ini. Dengan row perumahan besar yakni 9 meter serta memiliki Jalan Penghubung di dalam Perumahan sehingga akses jalan bagi penghuni lebih diuntungkan lagi untuk jalan besar Jalan Ngumban Surbakti, Jamin Ginting, serta Setia Budi, sehingga dapat dipastikan investasi perumahan ini akan terus meningkat.


Sebagai satu-satunya perumahan hijau terbaik di Kota Medan, adapun harga unit yang dibesut mulai dari Rp 400 Jutaan. Harga tersebut akan terus meningkat mengingat investasi Wiraland yang senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap kebutuhan hunian, pengem bang juga masih memberikan penawaran BEBAS BIAYA KPR & PAJAK pada setiap masyarakat yang melakukan pemesanan unit sampai akhir tahun 2018. Penawaran ini tentu akan membuat pembeli bisa menang banyak karena mereka akan hemat mulai dari 30an Juta Rupiah sampai 71 Jutaan Rupiah. Info lebih lanjut : wiraland.com/maria_idol (0823 6262 8888).






Untuk mengenal atau kerjasama dengan saya lebih lanjut bisa kontak di ;

Email       : sitirogayah10@gmail.com
Blog          : www.sitirogayah.com 
www.pengertianilmu.com 


Salam dari Siti Rogayah.  Terima kasih. 

Emily Young Manjakan Socialita di Givency One Medan


Super Menawan!
Selama Chill Out Party Di Givency One Medan, Emily Young Berhasil Manjakan Socialita dan Seluruh Pengunjung



ALHASIL standing applause tak henti-hentinya diberikan oleh setiap tamu yang sudah hadir dalam acara Chill Out Party di Givency One Medan yang diadakan pada Minggu 25 November lalu. Event ini  sebenarnya adalah lanjutan acara Exclusive Socialite Gathering yang juga diadakan di hari yang sama dalam jam yang berbeda.  Ya, dua acara keren tersebut berhasil memukau setiap undangan yang hadir pada minggu ke empat November 2018 lalu.

Didampingi Master Ceremonial (MC), Herman Tristianto, Emily Young Ryu, selebgram tenar berparas cantik bersama dr. Grace Novianthy Sinambela ternyata berhasil menyedot perhatian para sosialita yang hadir dalam tajuk kegiatan pertama, Exclusive Socialite Gathering yang dikemas dalam bentuk tanya jawab dan sharing tips seputar masalah kesehatan dan kecantikan. Tak pelak, antusiasme para undangan tak dapat dibendung lewat berbagai pertanyaan yang dilontarkan pada Emily.

Tak ketinggalan, dr. Grace juga ikut memberikan solusi seputar masalah kesehatan dan kecantikan dari dalam tubuh dan jiwa (inner beauty) bagi khalayak sosialita yang hadir, sehingga sharing tips yang dibawakan oleh duo pakar kecantikan ini menjadi agenda favorit para undangan yang bisa berinteraksi langsung dengan Emily yang diketahui begitu rajin berbagi tips seputar masalah kesehatan dan kecantikan di postingan akun pribadi instagramnya.

Selain menyaksikan dan mendengar berbagai tips yang dibagikan oleh Emily dalam Exclusive Socialite Gathering, sebanyak 50-an para undangan socialite juga dibawa berkeliling Rumah Contoh dan berswa foto ria di Mural Art Garden, Taman Mural Pertama di kota Medan. Takjub terhadap setiap sentuhan warna-warni mural art dan berbagai pernak pernik colourful yang menghiasi Mural Garden tersebut, tak heran membuat para sosialita yang hadir tak henti-hentinya memamerkan pose dan ekspresi terbaik mereka selama berada di sana. Jepret berkali-kali, lalu posting. Instagramable jadinya!

www.sitirogayah.com 



Selanjutnya, Chill Out Party sendiri digelar pada malam hari dengan tamu undangan yang didatangkan dari pembeli, rekanan, dan juga para anggota Asosiasi Manajemen Indonesia cabang Medan. Tak kalah seru, sedari sore acara ini dimeriahkan oleh Skycoustic Band, DJ David Lee dan berbagai Doorprize bernilai jutaan. Selain itu, tamu undangan juga disuguhkan berbagai tips menarik dalam bincang-bincang ala CEO Talk dari para pebisnis dan influencer Kota Medan.

Sebagai bintang tamu istimewa, Emily sendiri juga tak mau ketinggalan saat melantunkan tembang-tembang andalannya. Pemilik suara emas finalis 5 besar Indonesia Idol bersama Gisella Anastasia ini berulang kali mendulang riuh tepuk tangan atas setiap tembang yang dia lantunkan diiringi Skycoustic Band. Memang, rentetan acara apik ini tak lain tak bukan disuguhkan khusus oleh Wiraland Property Group selaku penyelanggara sebagai apresiasi dan persembahan dalam rangka launching Rumah Contoh Tahap III, Rumah Contoh Terbesar dan Termegah di Medan.

Selain menikmati berbagai kudapan berkelas mulai dari high tea, welcome drink, appetizer, BBQ party hingga cocktail, dari sekian banyak agenda selama event berlangsung, penampilan Emily Ryu adalah yang paling dinantikan. Gemerlap panggung dalam senja sore yang dihiasi ramainya lampu-lampu kecil cantik menjadi moment paling menawan saat Emily berdiri di panggung. Setiap tembang yang dia bawakan bersama Skycoustic Band berhasil membuat mata tak berkedip, sebagai bentuk jamuan untuk memanjakan para tamu undangan yang hampir mencapai 1000an orang saat itu.

Dilansir dari akun instagram pribadinya, Emily juga tak segan-segan mem-posting dan menyatakan dirinya yang sedang berada di Givency One dengan memberi tag pada akun resmi perumahan @givencyone_signature dalam acara Exclusive Chill Out Party yang dikemas sebagai bentuk launching Rumah Contoh Terbesar & Termegah di Kota Medan pada 25 November 2018 lalu.

Acara launching Rumah Contoh ini juga digelar berbarengan dengan peresmian Mural Art Garden sebagai Taman Mural Pertama sekaligus Satu-Satunya di Kota Medan yang sudah dibidik dan digadang sebagai destinasi swafoto terbaik dan terhits sepanjang tahun 2018. Adapun selama soft launching, Mural Art Garden sudah dibuka meski tidak untuk umum. Dan jika ingin mengunjungi destinasi swafoto ini, silakan follow akun resmi perumahan @givencyone_signature, agar dapat mengunjungi seluruh spot Mural Garden dengan menunjukkan instagram pribadi yang sudah melakukan following pada @givencyone_signature.

Selama event digelar, tak hanya puas berswa foto ria dan menikmati berbagai rentetan acara, para undangan juga merasa sangat dimanjakan dalam event istimewa yang digelar Wiraland jelang akhir tahun kali ini. Pasalnya tidak hanya pada setiap jamuan acara maupun kudapan yang membuat para undangan terkesan, namun juga keberadaan Rumah Contoh Givency One sebagai hunian idaman yang ternyata sangat memukau bagi para undangan. Terima kasih Emily, terima kasih Givency, terima kasih Wiraland! www.wiraland.com 


Untuk mengenal atau kerjasama dengan saya lebih lanjut bisa kontak di ;

Email       : sitirogayah10@gmail.com
Blog          : www.sitirogayah.com

Salam dari Siti Rogayah.  Terima kasih.